Hampir Setahun Aditya Romas Menjabat Ditekrur BUMD PT Pembangunan Dumai Nggak Bisa Bayar Hutang Ke Mandiri Utama Finance


DUMAI (JENDELARIAU.COM)
- Dengan banganya Batching Plant milik PT Pembangunan Dumai pada tahun 2016 silam di launching oleh walikota dumai di zaman Zulkifli As, sebagai Walikota Dumai. 

Batching plant BUMD PT. Pembanguan Dumai  yang di bangun di kawasan mekarsari keluraham Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan, menelan biaya sebesar Rp 22 Milyar.

Jumlah dana itu di peruntukan untuk pembebasan lahan 1,2 Hektar Rp 1,8 Milyar sisanya untuk membeli peralatan operasional seperti 7 unit mobil molen, alat mixer, silo, pembangunan kantor, labor dan fasilitas pendukung. 


foto : Aditya Romas Derektur BUMD PT Pembangunan Dumai

Sangat di sayangkan, dengan biaya puluhan milar ini diduga lebih kurang 1 tahun batching plant BUMD PT Pembangunan Dumai tidak beroperasi lagi yang diduga bakrut dan kondisi diareal batching Plant seperti tidak terurus dari hasil investigasi pimpinan redaksi jendelariau.com beberapa hari lalu. 

Yang lebih mirisnya lagi, dua (2) unit mobil molen milik BUMD PT Pembangunan dumai dilesingkan ke Mandiri Utama Finance. 

Informasi yang dirangkum dilapangan pembayaran ke Mandiri Utama Finance sudah menunggak selama lebih kurang 1 tahun yang diduga  dalam proses gugutan di pengadilan. 

Sedangkan sebagai jaminan mobil molen sebanyak 2 unit kepada Mandiri Utama Finance. 

Untuk membuktikan apa benar BUMD PT Pembanguan dumai ada tunggakan di Mandiri Utama Finance, pimpinan redaksi mengkonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp kepada Aditya Romas mengatakan,  iya, tapi bukan di zaman terdahulu," kata Aditya di tulis di whatsapp. 

Sebagai Direkrur BUMD PT Pembangunan Dumai yang baru terkait tunggakan hutang kepada Mandiri Utama Finance seperti apa? 

Aditya Romas menjawab, jika tidak melanggar aturan, kita akan selesaikan hutang, karena hutang adalah kewajiban," katanya pada pesan singkat whatsapp.

Dengan kejadian ini seperti Aditya Romas belum mampu berbuat banyak kepada BUMD PT Pembangunan Dumai 

(Feri Windria) 

Komentar