foto : Antrean kendaraan
JENDELARIAU.COM, (DUMAI) - Kondisi dengan kelangkaan BBM jenis solar terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Riau. Bahkan kelangkaan tersebut berakibatkan kemacetan jalan karena padatnya kendaraan yang mengantre di SPBU sampai ke badan jalan.
Antrean panjang beberapa jenis mobil untuk mendapatkan bio solar, juga terjadi hampir diseluruh SPBU Kota Dumai salah satunya SPBU Coco Putri Tujuh dan di SPBU Jalan Budi Kemuliaan, di perkirakan antrian ini hingga sore maupun malam hari, Senin (14/3). Kondisi ini membuat arus lalulintas macet.
Salah satu pihak SPBU Coco Putri Tujuh belum bisa memberi keterangan penyebab terjadinya antrian panjang tersebut, pihak SPBU hanya bisa memberi keterangan yang dulunya kuota Bio Solar yang masuk 10 kl tetapi saat ini dari BUMN hanya 8 kl. Kondisi inilah yang membuat SPBU kehabisan stok.”Kami selalu kehabisan stok lantaran kuota dikurangi,”kata petugas SPBU Coco.
Salah satu sopir mobil truk cold disel yang turut antri, Putra (52) mengatakan, dirinya sejak pagi sudah atre di SPBU tersebut, “Ini saya sudah di sini dari jam 7 pagi dan hingga saat ini jam 10.00 WIB saya belum juga mendapatkan bio solar, “ ujarnya.
Menurutnya, BBM jenis bio solar tiba pada jam 10 WIB. Pihak SPBU juga sudah memberi himbauan keseluruh para sopir untuk tidak antri dikarenakan kuota bio solar belum datang, tetapi para sopir enggan untuk bubar dikarenakan kondisi yang sangat membutuhkan.
“Bagaimana kita mau pergi, sedangkan minyak di mobil kami sudah tidak ada, makanya kami terpaksa harus tetap disini hingga minyak datang,”katanya. Dilanjutkannya, tidak hanya antre yang begitu lama, tetapi sekarang pembelian minyak bio solar juga sudah dibatasi sesuai jenis mobil seperti mobilnya hanya dapat membeli Rp 300.000.
Pantauan Dumai Pos terlihat antrean mobil yang dominan truk berbagai ukuran, bahkan antrean kali ini tepatnya di depan kilang Pertamina Dumai itu hingga 2 baris dan panjangnya lebih kurang mencapai 500 meter.
Kondisi antrean seperti ini sudah terjadi di awal bulan Maret 2022, dan hinggat sampai hari ini semakin banyak yang ikut menga ntre. Antrean yang sama juga terjadi di SPBU Jalan Budi Kemuliaan, antrea di SPBU ini hingga membuat macet arus lalulintas.
Lantaran, kendaraan yang antrea terpaksa melintang di badan jalan, karena tidak ada satupun petugas SPBU membantu mengatur arus lalulintas. Kondisi ini sudah berlangsung lama, setiap pagi hari hingga sore kemacetan jalan tidak bisa terhindar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bio solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tepat sasaran. Mobil mewah tidak boleh diizinkan mengis solar bersubsidi yang diperuntukkan bagi kendaraan umum.
“Kita ingin penyaluran bio solar ini bisa tetap sasaran. Karena kita melihat masih banyak penyaluran bio solar tidak tepat sasaran. Masa iya mobil mobil mewah isi BBM subsidi solar juga,” ucap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Evarefita, Senin (14/3).
Editor : Feri Windria
Sumber : Dunaiposnews.com
foto : Antrean kendaraan
JENDELARIAU.COM, (DUMAI) - Kondisi dengan kelangkaan BBM jenis solar terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Riau. Bahkan kelangkaan tersebut berakibatkan kemacetan jalan karena padatnya kendaraan yang mengantre di SPBU sampai ke badan jalan.
Antrean panjang beberapa jenis mobil untuk mendapatkan bio solar, juga terjadi hampir diseluruh SPBU Kota Dumai salah satunya SPBU Coco Putri Tujuh dan di SPBU Jalan Budi Kemuliaan, di perkirakan antrian ini hingga sore maupun malam hari, Senin (14/3). Kondisi ini membuat arus lalulintas macet.
Salah satu pihak SPBU Coco Putri Tujuh belum bisa memberi keterangan penyebab terjadinya antrian panjang tersebut, pihak SPBU hanya bisa memberi keterangan yang dulunya kuota Bio Solar yang masuk 10 kl tetapi saat ini dari BUMN hanya 8 kl. Kondisi inilah yang membuat SPBU kehabisan stok.”Kami selalu kehabisan stok lantaran kuota dikurangi,”kata petugas SPBU Coco.
Salah satu sopir mobil truk cold disel yang turut antri, Putra (52) mengatakan, dirinya sejak pagi sudah atre di SPBU tersebut, “Ini saya sudah di sini dari jam 7 pagi dan hingga saat ini jam 10.00 WIB saya belum juga mendapatkan bio solar, “ ujarnya.
Menurutnya, BBM jenis bio solar tiba pada jam 10 WIB. Pihak SPBU juga sudah memberi himbauan keseluruh para sopir untuk tidak antri dikarenakan kuota bio solar belum datang, tetapi para sopir enggan untuk bubar dikarenakan kondisi yang sangat membutuhkan.
“Bagaimana kita mau pergi, sedangkan minyak di mobil kami sudah tidak ada, makanya kami terpaksa harus tetap disini hingga minyak datang,”katanya. Dilanjutkannya, tidak hanya antre yang begitu lama, tetapi sekarang pembelian minyak bio solar juga sudah dibatasi sesuai jenis mobil seperti mobilnya hanya dapat membeli Rp 300.000.
Pantauan Dumai Pos terlihat antrean mobil yang dominan truk berbagai ukuran, bahkan antrean kali ini tepatnya di depan kilang Pertamina Dumai itu hingga 2 baris dan panjangnya lebih kurang mencapai 500 meter.
Kondisi antrean seperti ini sudah terjadi di awal bulan Maret 2022, dan hinggat sampai hari ini semakin banyak yang ikut menga ntre. Antrean yang sama juga terjadi di SPBU Jalan Budi Kemuliaan, antrea di SPBU ini hingga membuat macet arus lalulintas.
Lantaran, kendaraan yang antrea terpaksa melintang di badan jalan, karena tidak ada satupun petugas SPBU membantu mengatur arus lalulintas. Kondisi ini sudah berlangsung lama, setiap pagi hari hingga sore kemacetan jalan tidak bisa terhindar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bio solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tepat sasaran. Mobil mewah tidak boleh diizinkan mengis solar bersubsidi yang diperuntukkan bagi kendaraan umum.
“Kita ingin penyaluran bio solar ini bisa tetap sasaran. Karena kita melihat masih banyak penyaluran bio solar tidak tepat sasaran. Masa iya mobil mobil mewah isi BBM subsidi solar juga,” ucap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Evarefita, Senin (14/3).
Editor : Feri Windria
Sumber : Dunaiposnews.com
Komentar
Posting Komentar